Seniman Tari Topeng I Made Djimat dan Enrico Masseroli Tampil Memukau di Paviliun Indonesia


18 Mei 2015 – Seniman Tari Topeng dari Indonesia dan Italia, I Made Djimat dan Enrico Masseroli, tampil memukau pengunjung pada pertunjukan topeng di Paviliun Indonesia di Milan Expo 2015, Minggu.

Tari Topeng merupakan salah satu ciri khas yang paling tua dan populer dari teater Bali. Sebagai upaya melestarikan kebudayaan ini, pertunjukan topeng dipopulerkan oleh Paviliun Indonesia kepada dunia, khususnya para pengunjung Milan Expo 2015.

Pertunjukan topeng umumnya menampilkan mitos dan sejarah, epos dari pengadilan kuno, dan juga hiburan yang lucu untuk semua orang. Uniknya, Pak Djimat dan Masseroli menyesuaikan dengan tema Expo Milan tahun ini yang mengangkat tentang makanan (tema: Feeding the Planet, Energy for Life).

I Made Djimat dan Enrico Masseroli tidak memperagakan kisah kuno dari topeng tradisional, melainkan cerita dengan topik makanan yang disajikan dalam pertunjukan topeng.

“Jadi pertunjukan topeng ini benar-benar unik, apalagi ada seniman topeng asal Italia sendiri,” kata Steve, panitia dari Paviliun Indonesia. “Acara pertunjukan topeng ini sangat menarik perhatian pengunjung Milan Expo sehingga Paviliun Indonesia dipadati orang-orang yang menonton,” tambah Direktur Paviliun Indonesia, Bapak Budiman Muhammad.

Pengunjung  yang mayoritas adalah warga negara asing sangat antusias menonton pertunjukan ini. Mereka tertarik dan menikmati pertunjukan topeng dari awal sampai akhir. Sejumlah penonton malah mengaku ingin berkunjung ke Indonesia untuk melihat pertunjukan kesenian Indonesia lainnya.

“Ini pertunjukan topeng bagus sekali, saya jadi ingin berkunjung ke Bali,” kata seorang pengunjung warga Italia.

Selain menikmati pertunjukan topeng, pengunjung juga memadati food stall dan Bogor Cafe Desa Restaurant yang berada di dalam Paviliun Indonesia untuk menyantap makanan khas nusantara.

I Made Djimat adalah maestro topeng kelahiran 1948 yang berasal dari Bali dan terlahir dari keluarga seniman. Sejak kecil, ia telah menunjukkan minatnya pada kesenian, baik seni lukis, musik, dan tari. Pada usia belia, I Made Djimat telah mendirikan ansambel musiknya sendiri (Pusaka Budaya, yang kemudian mengganti nama menjadi Tri Pusaka Cakti).

Sejak 1971, ia telah berkarir di dunia internasional dengan mengunjungi lebih dari 50 negara untuk pertunjukan, demonstrasi, dan seminar. Berbagai penghargaan baik nasional mau pun internasional telah diraihnya.

Sedangkan Enrico Masseroli adalah pria asal Italia yang mempelajari kesenian asli Bali pada Maestro I Made Djimat sejak Desember 1978. Dalam seni topeng sendiri, ia pertama kali memulai debut pada tahun 1996 di beberapa negara Eropa. Masseroli membentuk orchestra Gamelan Gong Cenik yang menggunakan instrumen musik asli Bali. Penampilannya di mancanegara pun telah mendapat penghargaan dan sambutan yang hangat.

Dalam pertunjukan topeng ini, ditampilkan beberapa jenis karakter topeng, yaitu Topeng Keras sebagai menteri, Topeng Tua sebagai kanselor, Penasar sebagai bendaharawan, Topeng Dalem sebagai raja. Selain itu, ditampilkan juga Bonderes, yaitu rakyat yang memiliki 4 peran: Bues sebagai pemabuk, Pak Es si penjual eskrim yang naïf, Keta yang gagap, Nyoman Semariani si gadis pujaan, dan Sidha Karya, tokoh yang harus ada pada setiap pertunjukan topeng Bali.